BERIKAN SEDIKIT KEMUDAHAN UNTUKKU

Kamis, 26 Januari 2012

Kemampuan Berbicara

Tujuan pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas adalah menitikberatkan pada perilaku mahasiswa atau perbuatan (performance) sebagai suatu jenis out put yang terdapat pada mahasiswa, dan teramati, serta menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut telah melaksanakan kegiatan belajar. Pengajaran mengemban tugas utama untuk mendidik dan membimbing mahasiswa-mahasiswa dalam belajar serta mengembangkan dirinya (Mager dalam Anonim, 2008: 3).

Taksonomi belajar menyatakan adanya tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomor (Sagala, 2007: 33; Suparman, 2001: 78-82). Kawasan psikomotor adalah kawasan yang berorientasi kepada kemampuan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh, atau tindakan (action) yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot. Dengan demikian maka kawasan psiko-motor adalah kawasan yang berhubungan dengan seluk beluk yang terjadi karena adanya koordinasi otot-otot oleh pikiran sehingga diperoleh tingkat kemampuan fisik tertentu. Kelompok-kelompok tersebut adalah sebagai berikut : 1) gerakan seluruh badan (gross body movement). Gerakan seluruh badan adalah perilaku seseorang dalam suatu kegiatan yang memerlukan gerakan fisik secara menyeluruh, 2) gerakan yang terkoordinasi (coordination movements). Gerakan yang terkoordinasi adalah gerakan yang dihasilkan dari perpaduan antara fungsi salah satu lebih indera manusia dengan salah satu anggota badan, 3) komunikasi nonverbal (nonverbal communication). Komunikasi non verbal adalah hal-hal yang berkenaan dengan komunikasi yang menggunakan symbol-simbol atau isyarat, misalnya; isyarat, dengan tangan, anggukan kepala, ekspresi wajah, dan lain-lain, 4) kemampuan berbicara (speech behavior). Kemampuan berbicara dalam hal-hal yang berhubungan dengan koordinasi gerakan tangan atau anggota badan lainnya dengan ekspresi dan kemampuan berbicara.

Kemampuan berbicara merupakan tujuan pembelajaran pada ranah psikomo-tor yang berhubungan dengan koordinasi gerakan tangan atau anggota badan lainnya dengan ekspresi dan kemampuan berbicara. Cara-cara yang dapat digunakan untuk mendapatkan kemampuan berbicara tersebut adalah: 1) berlatih dengan pola progresif, yaitu bahwa kemampuan mahasiswa dalam menghadapi kesulitan ini harus dikembangkan dengan jangka waktu yang lama bahkan dimulai dengan respon sederhana seperti ”yes, It is” dan menggabungkan respon yang sulit seperti ”Yes, I should, Should’nt I”, 2) Berlatih dengan pola statis, yaitu seperti mengajarkan perbandingan kata sifat dalam sejumlah pelajaran yang terbatas dan tidak dengan waktu yang lama, dan 3) Praktik mengarang secara lisan yaitu cara latihan dimana mahasiswa diharuskan mereproduksi sedikit karangan Bahasa Inggris yang mereka tahu dengan baik (Alexander, 2005: 9).

Kemampuan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan pendapat atau pikiran dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan, baik secara berhadapan ataupun dengan jarak jauh. menyatakan bahwa merupakan alat komunikasi yang alami antara anggota masyarakat untuk mengungkapkan pikiran dan sebagai sebuah bentuk tingkah laku sosial. Tujuan pembelajaran bahasa Inggris dewasa ini adalah untuk berbicara. Lebih jauh lagi bahwa kemampuan berbicara adalah kemampuan menyusun kalimat-kalimat karena komunikasi terjadi melalui kalimat-kalimat untuk menampilkan perbedaan tingkah laku yang bervariasi dari masyarakat yang berbeda (Wilkin dalam Oktarina, 2002: 1).

Disadari bahwa kemampuan berbicara seseorang, sangat dipengaruhi oleh dua faktor penunjang utama yaitu internal dan eksternal. Faktor internal adalah segala sesuatu potensi yang ada dalam diri orang tersebut, baik fisik maupun non fisik (psikis), faktor fisik adalah menyangkut dengan kesempurnaan organ-organ tubuh yang digunakan didalam berbicara misalnya, pita suara, lidah, gigi, dan bibir, sedangkan faktor non fisik diantaranya adalah: kepribadian (kharisma), karakter, temparamen, bakat (talenta), cara berpikir dan tingkat intelegensia. Sedangkan faktor eksternal misalnya tingkat pendidikan, kebiasaan, dan lingkungan pergaulan. Namun demikian, kemampuan atau kemampuan berbicara tidaklah secara otomatis dapat diperoleh atau dimiliki oleh seseorang, walaupun ia sudah memiliki faktor penunjang utama baik internal maupun eksternal yang baik. Kemampuan atau kemampuan berbicara yang baik dapat dimiliki dengan jalan mengasah dan mengolah serta melatih seluruh potensi yang ada (Agung, 2008: 2).

Kemampuan berbicara merupakan prestasi belajar yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan pendekatan pembelajaran di bawah kondisi yang berbeda. Lebih jauh lagi bahwa kemampuan berbicara adalah kemampuan menyusun kalimat-kalimat karena komunikasi terjadi melalui kalimat-kalimat untuk menampilkan perbedaan tingkah laku yang bervariasi dari masyarakat yang berbeda.

Pengukuran kemampuan berbicara sebagai tujuan pembelajaran ranah psikomotor adalah dengan menggunakan tes kinerja atau tes unjuk kerja. Pedoman skoring pada tes kinerja adalah dengan menggunakan kriteria atau rubrik penilaian (Haryati, 2007:26-27). Rubrik tersebut merupakan pola Penilaian Acuan Patokan (PAP) di mana unsur-unsur yang membentuk suatu kompetensi dasar atau standar kompetensi menjadi patokan dalam menentukan pencapaian kompetensi dalam
posted by TO BE A BEST LEARNER at 04.05 0 comments